Hari ini saya memberanikan diri pergi ke studio yoga lain, karena keanggotaan dalam GuavaPass Jakarta hanya memberikan akses pada satu studio sebanyak 3 kali visit per kelas. Hari ini saya mencoba menghadiri kelas Iyengar Yoga Level I di Dham Yoga. Agak sulit untuk mencoba hal baru dua derajat, dimana yoga merupakan hal baru bagi saya, sekarang harus coba studio baru juga lagi, agak sulit memang menempatkan dirinya, namun yah sekaranglah saatnya mencoba.
Hasil mencoba
saya terbayar lunas, Iyengar Yoga ternyata adalah yoga yang sangat
menyenangkan, yoga yang sangat sistematis, kita sebagai peserta diajak
merasakan otot-otot kita dan menggerakannya dengan benar. Iyengar yoga juga
menggunakan beberapa alat bantu yang digunakan diwaktu yang tepat, sangat seru
sekali. Namun meski begitu yoga tetaplah bukan sesuatu yang mudah, walau diajak
bergerak dengan sistematik.
Hari ini saya
merasakan beberapa otot yang selama ini tidak saya rasakan, dengan menempatkan
yoga blok di antara kedua kaki saya, saya diajak merasakan otot paha saya
bagian dalam, bukan hanya itu, otot paha bagian dalam dibagi menjadi dua
bagian, yaitu bagian depan dan bagian belakang. Wow banget yah! Lalu dengan
bantuan tembok kami juga diajak meluruskan tulang punggung, dengan menggerakan
otot-otot kami sendiri, hal yang nampaknya mudah ini ternyata sulit juga, dalam
menarik napas kita meregangkan tubuh kita ke atas, lalu dalam hembusan napas
kita membawa perut kita masuk dan mundur ke belakang.
Banyak peralatan
yang digunakan dalam Iyengar Yoga, semuanya ditujukan untuk membantu kita
memahami otot yang bergerak dalam yoga, dan posisi yang benar dalam pose pose
yoga. Di tembok yang kami gunakan, terdapat juga tali tali yoga yang saya
bingung untuk apa. Lalu tibalah akhirnya kami diajak untuk memakai tali
tersebut. Awalnya tali tersebut digunakan sederhana untuk menahan pinggul pada
pose downward facing dog. Namun akhirnya kami diajak untuk melakukan Rope
Sirasana, terbalik pake tali dalam bahasa sederhananya, hahahaha.
Rope Sirasana diawali
dengan memasang blanket pada pinggang kita, lalu menempatkan tali yoga di
pantat kita, dengan badan menghadap tembok, setelah itu kita menendang tembok,
sehingga tali dan tembok menahan kita tetap tidak memijak tanah. Setelah itu
kita berjalan di tembok sampai kita bisa berbalik memunggungu tembok, dengan
kepala di bawah dan kaki melilit pada tali. Rope Sirasana dilakukan kurang lebih
10 menit untuk membiasakan peserta dengan keadaan kepala di bawah yang sangat
banyak kita temui dalam gerakan yoga.
Jadi hari ini
merupakan pengalaman baru dalam merasakan tubuh, merasakan otot otot tubuh.
Juga adalah pengalaman baru untuk mengetahui fungsi dari alat bantu dalam yoga
bersama sistematika dalam yoga menjadikan yoga sebagai sesuatu yang “mudah”
dipahami (walau tetap sulit dikerjakan, hahaha). Petualangan hari ke tiga
membawa pada pengalaman yoga yang selallu baru dan seru. Namaste.

Komentar
Posting Komentar