Day 3: Yoga yang Sistematik




Hari ini saya memberanikan diri pergi ke studio yoga lain, karena keanggotaan dalam GuavaPass Jakarta hanya memberikan akses pada satu studio sebanyak 3 kali visit per kelas. Hari ini saya mencoba menghadiri kelas Iyengar Yoga Level I di Dham Yoga. Agak sulit untuk mencoba hal baru dua derajat, dimana yoga merupakan hal baru bagi saya, sekarang harus coba studio baru juga lagi, agak sulit memang menempatkan dirinya, namun yah sekaranglah saatnya mencoba.

Hasil mencoba saya terbayar lunas, Iyengar Yoga ternyata adalah yoga yang sangat menyenangkan, yoga yang sangat sistematis, kita sebagai peserta diajak merasakan otot-otot kita dan menggerakannya dengan benar. Iyengar yoga juga menggunakan beberapa alat bantu yang digunakan diwaktu yang tepat, sangat seru sekali. Namun meski begitu yoga tetaplah bukan sesuatu yang mudah, walau diajak bergerak dengan sistematik.

Hari ini saya merasakan beberapa otot yang selama ini tidak saya rasakan, dengan menempatkan yoga blok di antara kedua kaki saya, saya diajak merasakan otot paha saya bagian dalam, bukan hanya itu, otot paha bagian dalam dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian depan dan bagian belakang. Wow banget yah! Lalu dengan bantuan tembok kami juga diajak meluruskan tulang punggung, dengan menggerakan otot-otot kami sendiri, hal yang nampaknya mudah ini ternyata sulit juga, dalam menarik napas kita meregangkan tubuh kita ke atas, lalu dalam hembusan napas kita membawa perut kita masuk dan mundur ke belakang.

Banyak peralatan yang digunakan dalam Iyengar Yoga, semuanya ditujukan untuk membantu kita memahami otot yang bergerak dalam yoga, dan posisi yang benar dalam pose pose yoga. Di tembok yang kami gunakan, terdapat juga tali tali yoga yang saya bingung untuk apa. Lalu tibalah akhirnya kami diajak untuk memakai tali tersebut. Awalnya tali tersebut digunakan sederhana untuk menahan pinggul pada pose downward facing dog. Namun akhirnya kami diajak untuk melakukan Rope Sirasana, terbalik pake tali dalam bahasa sederhananya, hahahaha.

Rope Sirasana diawali dengan memasang blanket pada pinggang kita, lalu menempatkan tali yoga di pantat kita, dengan badan menghadap tembok, setelah itu kita menendang tembok, sehingga tali dan tembok menahan kita tetap tidak memijak tanah. Setelah itu kita berjalan di tembok sampai kita bisa berbalik memunggungu tembok, dengan kepala di bawah dan kaki melilit pada tali. Rope Sirasana dilakukan kurang lebih 10 menit untuk membiasakan peserta dengan keadaan kepala di bawah yang sangat banyak kita temui dalam gerakan yoga.

Jadi hari ini merupakan pengalaman baru dalam merasakan tubuh, merasakan otot otot tubuh. Juga adalah pengalaman baru untuk mengetahui fungsi dari alat bantu dalam yoga bersama sistematika dalam yoga menjadikan yoga sebagai sesuatu yang “mudah” dipahami (walau tetap sulit dikerjakan, hahaha). Petualangan hari ke tiga membawa pada pengalaman yoga yang selallu baru dan seru. Namaste.

Komentar