Hari ini adalah
hari kedua petualangan yoga saya bersama Guava Pass Jakarta, saya memutuskan
mencoba kelas Vinyasa Flow dari Gudang Gudang Yoga Studio. Sambil berharap bisa
lebih siap ketemu Mas Anjas lalu ngajak foto bareng saya berangkat ke Kemang.
Namun sesampainya di lokasi yang saya temui berbeda dari kemarin, hari ini
sangat ramai, ada yang bule dan beberapa juga orang lokal ikut yoga di Gudang
Gudang Yoga Studio, mungkin karena ini weekend jadi cukup ramai ya.
Seperti biasa
saya mempersiapkan diri lalu memperkenalkan diri sebagai pemula, biar mereka
gak kaget lihat gerakan aneh saya, hehehe. Saya sama sekali tidak punya ide
mengenai Vinyasa Flow ini, ternyata Vinyasa Flow adalah seperti sungai berarus
kencang, yang menghanyutkan saya. Kata Flow mewakili gerakan yang terus
berubah, instruktur meminta kita untuk mengikuti gerakan itu dengan cepat,
belum selesai gerakan satu pindah lagi ke gerakan lain, lalu pindah lagi, wah
kali ini saya benar benar hanyut tanpa bisa mengikuti. Seperti dalam arung
jeram saya hanya bisa ngikuti saja kemana sungai membawa saya, sambil berusaha
menjaga boat tidak terbalik, kurang lebih seperti itulah perasaan saya.
Berbekal
pengetahuan saya dengan gerakan gerakan yang baru saya latihkan 2 kali, saya
mengikuti saja arahan instruktur yang bernama Fiska. Saya lihat peserta lain
yang berjibun itupun cukup kewalahan megikuti flow, namun tidak apa, dalam flow
kita tidak perlu memaksakan diri kita. Fiska selalu memberi opsi untuk setiap
gerakan yang sulit, jadi masing masing peserta bisa mengukur diri, apakah cukup
melakukan gerakan yang mudah ataukah mau menantang diri untuk mencoba tantangan
menyempurnakan gerakan menjadi lebih sulit. Saya sendiri beberapa kali
mengambil istirahat di tengah tengah flow, karena memang yoga kali ini menuntut
stamina yang oke.
Namun ditengah
segala kesulitan mengikuti gerakan tersebut, saya menemukan bahwa sebuah kelas
yoga, semakin banyak yang terlibat di dalamnya, menyatu dalam sebuah kesatuan
mistik bagi saya. Meskipun saling diam dan masing masing fokus pada gerakannya
masing masing, namun saya merasakan energi yang saling mendukung, seakan akan
kelas ini mau berkata kepada saya “Gorba, kamu tidak sendirian” atau “ayo kamu
pasti bisa Gorba!”. Hal inilah yang membuat saya bertahan ditengah flow
tersebut, terus mencoba menyempurnakan gerakan, dan kembali bangkit setelah
kelelahan.
Aura
persahabatan dalam diam ini bagi saya sendiri memunculkan semacam percaya diri
yang lebih dari hari kemarin. Hari ini saya mencoba kembali bhakasana yang saya
takutkan kemarin dengan jiwa yang baru, jiwa yang didukung oleh sahabat sahabat
kelas yoga ini. Hasilnya tidak terlalu buruk, setelah memantapkan hati untuk
lebih berani, saya menemukan teknik mengunci kaki dan tangan saya saat akan
melakukan bhakasana, ini sangat membantu, setelah terkunci saya tinggal
memberanikan diri untuk membawa tubuh saya maju sambil kaki saya meninggalkan
tanah. Dengan keberanian baru saya majukan badan saya, lalu mulai mengangkat
kaki saya, satu kaki berhasil terangkat, dan taraaaaaaaa, kaki kedua pun
berhasil terangkat, untuk sepersekian detik saya terbang!
Maaf jika
terlalu lebay, hahahaha, tapi ya begitulah rasanya berhasil melakukan gerakan
walau tidak sempurna, saya belum bisa menahan gerakan tersebut lebih lama. Keseimbangan
merupakan tema sentral dalam yoga, saya banyak merasakan ketidakseimbangan
dalam diri saya, ketidak seimbangan dari tangan kanan dan tangan kiri,
ketidakseimbangan dari tangan dan kaki, pada akhirnya adalah ketidakseimbangan
antara otak kanan dan otak kiri. Saya pikir hal inilah yang dalam yoga dilatihkan,
keseimbangan yang artinya adil dalam menggerakan tubuh sehingga semua bagian
tubuh pada akhirnya digerakan.
Walau hari ini
merupakan hal yang sulit bagi saya, karena harus hanyut digulung kerasnya arus
sungai Vinyasa Yoga, namun dengan semangat persahabatan kelas yoga pagi ini,
saya terbantu menemukan percaya diri saya saya dalam berlatih yoga. Hasilnya
hari ini saya bisa se-per-sekian detik terbang bersama bhakasana. Hal ini
membuat saya mengakhiri kelas dengan gembira. Namasteeee.
Komentar
Posting Komentar